Romantic or Stupid

Romantic or Stupid

Ooya.. It’s valentine’s day 🙂

Dan udah lama saya ga nulis sesuatu yg cetar membahana berkaitan dengan percintaan dua orang manusia *jiyee*

Sebenernya nggak belum ada cerita cinta yang pantas buat dipamerin sih 😆 Hanya saja beberapa hari belakangan, lagi ada sesuatu yang membangkitkan perasaan lama *jiyeee lagii*

Oh well.. Ga perlu juga diceritain secara detail. Tadi sempat kepikiran aja atas kata-kata “Yang penting berani, ntar ada aja jalannya”. Nah berhubung valentine nih, coba dikait-kaitin lah sama cinta, love, amor, liebe.. Hihi..

Berani apa? Berani nembak mungkin. Berani melewati benua buat nyamperin dan menyatakan keseriusan mencinta, mungkin. Dari kasus-kasus ini, then came a thought.

If I do that, would it be romantic? or stupid? Well, romantis dan bodoh itu, bedanya cuma antara diterima atau gak diterima kok ya (lol) Kalau diterima ya romantis jadinya. Kalau gak diterima, ya tetep romantis sih, cuma bodoh aja melakukan sesuatu hal yang ujungnya ga berguna 😛

Tapi ya balik ke kalimat awal tadi, yang penting berani dulu, kalo ga dicoba, ya ga bakal tau yang akan datang itu penyesalan atau kebahagiaan 😛 mulai dari nol, kalaupun nanti dapatnya nol, berarti nothing to lose kan 😀

Meskipun begini, tetap rasanya sulit mengumpulkan keberanian 😛

Menurut kalian gmn? 🙂