Recipe – Stuffed Paprika

Recipe – Stuffed Paprika

My Spanish friend, who’s got the recipe from his German friend, taught me to cook Stuffed Paprika (bell pepper) last week. I couldn’t remember when was the last time I eat stuffed paprika, maybe never (!), so I found that this food is amazing! ๐Ÿ˜†

I tried to remember all the ingredients and made my own meal today. Maybe it’s quite different from his recipe, but the end result is amazing. So I don’t care x)

This recipe is enough for two. Perfect for romantic Christmas dinner. (yea, right!)

IMG_7976

Ingredients:

  1. 2 big red paprika (bell pepper). Find the equal size and ones that can stand perfectly ๐Ÿ˜›
  2. 250 g of ground meat (I used beef)
  3. 100 g of shreddedย mozzarella
  4. 150 g of crushed tomato
  5. 1.5 liter of water
  6. 3 cloves garlic
  7. 1/2ย small red onion
  8. 1 block of vegetable stock
  9. 1 tablespoonย of Hungarian paprika powder (or normal paprika powder)
  10. 1 teaspoon Salt
  11. 1 tablespoon Sugar
  12. I used powder of: pepper, parsley and basil

How to cook:

  • Cut red onion to small pieces and crush the garlic. Combine all with ground meat. Add salt.
  • Open up the top of the paprika and remove seeds.
  • Stuffย the meat inside the paprika. Put shredded mozzarella on top of the meat and put the chopped paprika tops.

IMG_7980

  • Boil water. Better use the small pot that fit two paprika inside, so you won’t have a lot of excess water later.
  • Put to the water: crushed tomato, hungarian paprika powder, pinch of pepper + parsley + basil, sugar, vegetable stock. Let it boiled for a while. You can always taste and add more spices based on your preference ๐Ÿ˜‰
  • Put the stuffed paprika inside the boiling sauce. Put the lid of the pot and let it rest for half an hour with medium heat.

IMG_7982

And then, you can eat with rice or pasta. Enjoy! *nomnomnom*

IMG_7984

A Trip to Poland – Part 4

A Trip to Poland – Part 4

Haloooo! Selamat hari Selasaaa….

Melanjutkan cerita jalan-jalan ke Polandia niiih.. Cerita yang pertama ada di sini, yang kedua di sini dan yang ketiga di sini. Gue rada hilang ingatan sih ini mau cerita apa aja.. Maka ntuk memuaskan para pembaca yang suka komplain karena gue jarang ngaplod foto, postingan kali ini akan penuh dengan fotoo.. Horeee! Seneng gak? Seneng dooong. Kalo seneng, joged-joged yaaa.. *halah*

๐Ÿ˜†

Setelah akhirnya kami menemukan jalan keluar dari stasiun Gdansk Glowny, bilang dadah dulu ke KFC (I will come back soon, beibih), gue dan temen-temen pun langsung menjelajah Gdansk. Gdansk ini kota kecil nan cuantiiiik. Tujuan utama kami adalah Gdansk Old Town, Ulica Dล‚uga (Long Street) dan Dล‚ugi Targ (Long Market)ย yang katanya cantik banget karena warna-warni.

Brama Wyลผynna
Brama Wyลผynna

2

Begitu melewati Golden Gate (dan gue gak ada yang genah poto di situ) ketemu deh sama warna-warni cantiknya Ulica Dล‚uga dan Dล‚ugi Targ. Gue yang orang udik ini tentu saja gembira tak tertahankan dan kesenengan ga karuan ngeliat bangunan yang cantik-cantik banget di situ. Karena keinginan masa kecil yang tadinya pengen jadi Arsitek, rasanya gue pengen gambarin itu bangunan satu-satu ๐Ÿ˜† Apa daya mampunya cuma poto-poto aja sih, meskipun dengan cuaca mendung yang bikin suasana jadi romantis ga karuan (pacar mana pacaaaar??) gue harus berusaha mati-matian dengan setting kamera saku gue biar bisa dapet gambar yang bagus. Ujung-ujungnya tetep minta poto dari kamera temen-temen sih, secara ya kok hebat pada punya SLR semua.. *atu tedih*

3_Fotor_Collage1
Bangunan warna-warni sepanjang Long Street & Long Market
3_Fotor_Collage
Kiri: Pengen nyoba gigit Lolipop Raksasa, Kanan: Duh beneran berasa di eropa deh kalo bisa ngasih makan merpati gini..

Nah sepanjang Long Market ini banyak sekali di jual perhiasan yang bermatakan batu khas Polandia, Amber. Rata-rata sih dipasangin sama perak, tapi ada juga yang perhiasan emas. Harganya sendiri berkisar antara 40-400 zl (80-800 SEK = 144 ribu – 1,4 juta). Tergantung besarnya batu dan bagusnya model perhiasannya. Gue yang lagi demen pake anting-anting ini tentunya menemukan surgaaa.. Sayang duit terbatas, jadi ga bisa dibeli semua. Lumayan lah bawa pulang 1 anting-anting dari Polandia ๐Ÿ˜›

Nah terus, kami juga sempet mampir keย Gdaล„sk History Museum yang dalemnya cantik sekali, beibiiih. Masuk museumnya murah, karena kami semua mahasiswa (walaupun ada tulisannya under 26, yang mana gue udah kelewat), yaitu cuma 5 zl (10 SEK = 18.ooo rupiah). Begitu masuk langsung nemu tangga spiral, yang bikin gue berasa lagi ada di Hogwarts *lebay* Cuma sayangnya karena waktu itu udah masuk musim gugur, akses naik tangganya ditutup. Kalo pas musim panas, akses ini dibuka, supaya pengunjung bisa naik sampe Clock Tower dan bisa liat pemandangan Gdansk dari ketinggian 81.5 meter.. Hiks daku sedih.. *padahal takut ketinggian*

6
Gdansk History Museum
museum1
Itu langit-langit ruangannya loooh! Kereeen!

museum2

Nah anyway, setelah capek jalan-jalan keliling dan pepotoan, kami akhirnya memutuskan mampir ke restoran Mariacka, di suatu jalan di sono lah (males banget nginget dimananya ๐Ÿ˜† ) Alasan mo makan disitu, karena tempatnya lucuk. Dan terjadilah insiden makan babi ๐Ÿ˜† Karena Nina pesen pierogi, masakan khas Polandia, yang sebenernya mirip pangsit rebus yang ada isinya, yang ternyata rasanya biasa aja. Tadinya gue pikir itu veggie pierogi, ternyata tetep ada dagingnya di dalamnya. Dan setelah semua selesai makan, temen gue iseng nanya, itu daging apaan, yang tentu saja dijawab dengan suka cita oleh ibu pelayan, “pork”. Waaaw! Gue makan babiii!! *masuk neraka*

3_Fotor_Collage2
Atas: Restoran Mariacka, tempat daku makan babi. Bawah: Lucu aja bangunannya, jadi poto narsis deh.

3_Fotor_Collage3

11

Keluar dari Mariacka, hari udah mulai gelap. Maka kami memutuskan untuk jalan balik ke Stasiun kereta, sambil mampir ke mall sebentar. Maklum di daerah kelima bocah tengil ini gak ada mall yang afdol gitu, kesian tinggalnya di kampung. Pas jalan ke mall ini lah, terjadi kejadian anak hilang. ๐Ÿ˜†

Mau tau ceritanya gimana, tunggu postingan selanjutnya.. ๐Ÿ˜†

**update**

Lanjutan ceritanya di sini yaaaaa!! ^^

Chocolate (Mug) Cake

Chocolate (Mug) Cake

Halo, sodara-sodari, apa kabarnya Anda-anda semua? Pasti berbahagia dan penuh percaya diri bukan? Super sekali!

Hari ini gue akan bagi-bagi resep Kue Coklat yang simpel tapi enaaak! Terbukti enak, karena si dedek bule suka. *lah kaga ada korban laen buat dijajalin makanan hasil masakan gue*

Aslinya ini resep Chocolate Mug Cake yang gue tilep dari blognya luckylaksmi, cuma gue modifikasi karena gue ga punya microwave, dan ga yakin kalo mug-mug yang epelebel di apartemen ini oven-safe. Berhubung udah diwanti-wanti sama dedek bule dengan kalimat: “tolong jangan hancurkan mug-mug di sini satu persatu demi percobaan elo”, jadilah gue berimprovisasi bikin ini kue pake cetakan cupcake/muffin yang tiba-tiba dikasih sama temen. Yay! Nah kalo elo-elo pada punya microwave, sila langsung mampir ke blognya mimi tadi ya ๐Ÿ˜‰

Dan yang lebih enak lagi, ini resep kue tanpa perlu pakai Mixer, tapi sodara-sodari tetep butuh whisk yaaa! Apa itu whisk? Nih, di google-in. *ditabok*

Mari lanjut!

Bahan

  • 4 sendok makan gula halus
  • 1 butir telur – room temperature. —ย Kalau misalnya telur baru keluar dari kulkas, bisa di rendam dulu di air hangat sekitar 7-10 menit.
  • 4 sendok makan tepung terigu + 1 sendok teh baking powder. —ย Kalau mau ngikutin resepnya mimi, pakainya Self-raising flour, jadi ga perlu ditambah baking powder lagi.
  • 3 sendok makan Cocoa Powder
  • 2 sendok makan Nutella. —ย Kalau di resepnya mimi, pakai 3 sendok makan, tapi berhubung gue ga mau rasa nutellanya ngalahin rasa coklat dari cocoa powder, jadi gue kurangin. Hehe..
  • 3 sendok makan vegetable oil. —ย Gatau bisa pake minyak yang lain atau ga, asal ga pake minyak jelanta apalagi minyak bumi. Okeh?
  • 3 sendok makan susu cair biasa. —ย NAH! Yang ini gue ga punya, karena gue ga suka minum susu, dan ngeliat stok susu cairnya si dedek bule juga udah sekarat – kesian kalo ditilep, jadi gue malah ga pake. Kalo di blog mimi, dia pake air biasa aja, tapi tadi gue lupa masukin itu airnya. (ninja)

Cara buatnya, yang ini agak beda dengan cara yang di blog mimi:

  • Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celcius.
  • Tuang telur ke dalam mangkok. Tuang gula. Kocok keduanya menggunakan whisk sampai mengembang. Mengembang di sini maksudnya sampai itu adonan kental dan warnanya agak putih.
  • Masukkan tepung terigu ke dalam adonan tadi. Singkirkan whisk, campur adonan dengan menggunakan sendok biasa sampai benar-benar tercampur. Jangan sampe ada sisa tepung yang nempel di mangkok.
  • Masukkan cocoa powder, nutella, baking powder dan vegetable oil, aduk sampe rata. Bentuk adonan akan kental dan kalo dicicip rasanya enak.
  • Optional: masukkan susu/air 3 sendok. Gue kelewatan step ini, tapi beneran kuenya tetep enak kok ๐Ÿ˜†
  • Siapkan loyang cupcake, taroh 3 lembar wadah kertas buat cupcake itu (apasih namanya). Kemudian bagi 3 adonan coklat tadi, dan tuang ke dalam 3 lobang loyang cupcake yang udah dikasih wadah kertas itu.
  • Nah, harusnya oven udah panas, tapi jangan dicek pake jari, alias dipegang langsung gitu, ntar jarinya melepuh, biasanya kalau oven keren yang ada lampunya, lampu indikator panas akan mati begitu suhu di dalam oven mencapai suhu yang diinginkan.
  • Masukkan loyang ke dalam oven, pastikan di taroh di tengah-tengah, jangan paling bawah, jangan paling atas.
  • Tunggu selama 18-20 menit, keluarkan kue.
  • Boleh makan kuenya langsung, tapi kalo masih panas sih biasanya belum kerasa enaknya. Baiknya tunggu 10 menit dulu, sambil nyiapin whipped cream atau es krim vanilla, atau ya tunggu aja dengan penuh harap kalo ga mau nyiapin apa-apa, sampe kuenya agak dingin.

Nah, hasilnya kayak gimana? Kayak gini nih! Yay!

Screen Shot 2013-10-31 at 3.14.32 PM

Rasa kuenya sendiri sih malah mirip kladdkaka (swedish sticky chocolate), cuma yang ini ga lengket pas dimakan, puffy dan luarnya renyah. Suka banget. Lumayan buat bikin kue secukupnya, karena adonan cukup buat bikin 3 cupcake gitu. Jadi ga capek ngabisin kue, kayak sebelum-sebelumnya, dimana gue mau ga mau harus bikin kue seloyang gede karena ga punya loyang kecil. ๐Ÿ˜†

Happy trying, Happy tummy and Happy Halloween, y’all!

The Annoying Me, Buku dan Satu

The Annoying Me, Buku dan Satu

Wiken kemarin ini, ada beberapa kejadian menyenangkan buat gue. Yang pertama, mulai jumat malam, gue nginep di tempat temen Indonesia dan merasakan pertama kalinya bangun pagi ngeliat ke halaman rumah, dan semuanya di luar mulai putih karena beku! Suhu di luar jam 8 pagi waktu itu di angka -4 derajat celsius, sodara-sodari! Gue ya norak gitu lah pokoknya ya ๐Ÿ˜†

Yang kedua, Sabtu malamnya, gue ikutan acara International Dinner Party. Acara ini diadain oleh ESN (Erasmus Student Network), jadi ajang berkumpul siswa-siswa internasional, yang tadinya cuma ditujukan buat anak-anak dengan program Erasmus aja, tapi lama kelamaan semua international student juga boleh ikutan. Di acara ini, siswa-siswa dari berbagai negara, diminta untuk membawa makanan khas negara masing-masing. Dan sebagai orang Indonesia yang udah berhasil bikin ketoprak sendiri, gue dan dua temen Indonesia lainnya memutuskan untuk bikin SATE. Duh, Skippy dan Kecap Manis ini ternyata perpaduan yang dahsyat loh yaa! Sumpah itu bumbu sate gue enak bangeeeettt!! Bule-bule itu juga pada sukak! But, highlight of the day sih, bukan sama satenya, tetapi, sama smoke detector gue yang bunyinya kenceng banget ga karuan, karena asap yang keluar dari oven pas bolak balik bakar sate! ๐Ÿ˜† sungguh EPIC!

Yang ketiga, sabtu sore itu, gue ngumpul-ngumpul dengan temen satu apartemen, dua orang dari Jepang namanya Mari dan Ayaka dan satu orang dari Hungaria, namanya Vera (nama sebenarnya, tidak ada yang perlu disembunyikan di blog ini! halah!). Ngumpulnya di flat-nya Vera. Sebabnya sih karena sabtu malemnya, Vera bawa pancake gitu ke party, tapi kami bertiga ga kebagian. Dan karena dia masih punya adonannya, jadi lah diundang buat nyicip. Aslinya sih pancake biasa (atau crepes sih kalo gue bilang), yang bikin beda karena makannya pake krim dan selai buatan neneknya Vera yang dikirimin dari Hungaria. Hihihihi! So special! Jadi lah sore itu jadi Sunday Girls Talk, ngobrolin hal-hal seru yang tipikal di masing-masing negara kami, dan sempet adu panco segala coba ๐Ÿ˜† Oh ya, pas ngomongin masalah nama, mereka semua kaget karena gue ga punya nama keluarga (Family Name) ๐Ÿ˜† Jadi inget postingan temen-temen blogger lainnya yang tinggal di eropa, coba aja cari, banyak kok. ๐Ÿ˜›

Nah, trus tiga hal tersebut di atas, menarik bukan? Tapi kenapa judulnya ga nyambung?

Well, judul itu tentunya buat ceritain tentang dedek bule dong, pastiiinyaaaaah ๐Ÿ˜†

Ya harap maklum, berhubung hidup gue cuma bolak-balik kampus-apartemen, sedikit party, dan tiap hari ketemu sama tuh bocah, jadi banyak cerita seru datengnya ya dari doi. Dan ada beberapa qoute dari tu orang, yang rasa-rasanya perlu gue catat, supaya ga lupa, soalnya epic! ๐Ÿ˜†

 

Satu.

The Annoying Me.

Sebelum ke tempat Vera, siangnya itu gue makan siang dengan si dedek bule ini dan temen gue orang Indonesia yang satu apartemen. Kami masih punya sisa sate ayam (yang sengaja ga dibawa ke international dinner party, soalnya yang dibawa ludes des des) dan tentu saja masih ada sisa bumbu sate yang endang bambang itu.. *nyam* Di sela-sela obrolan seru, lupa sih detailnya ngomongin apa soalnya ini obrolan antara temen gue dan dedek bule, guenya lagi bengong. Tiba-tiba di dedek bule ngomong, “She’s annoying.” Temen gue kaget, dan ngeliatin gue. Gue juga doooong. Maksudnya apa bilang gue annoying? Berbagai memori bertebaran di kepala gue, dan keinget kejadian the dodol monday. Oooohh.. ituuu kali yaaa! ๐Ÿ˜†

Ga berapa lama si temen gue nanya, “Kenapa emang sama dia (aftri)?” dan dijawablah sama dedek bule, “Iya. Habis dia masak mulu, buat gue, dan gue (dipaksa) makan. Kan gue jadi harus masakin balik gitu. She’s annoying.”

Haapaaaah?? Baiklah, dedek bule! Daku tak akan bagi-bagi sate lagi buat elu. Huh!

 

Dua.

Buku.

Kalo ini flashback dulu dikit ke waktu gue baru-baru nyampe sini. Kan kalo orang Swedia, bilang halo itu: Hej! (dibaca Hei). Tapi kadang kalo ketemu penjaga toko gitu, ato siapa lah yang udah kenal, mereka akan ngulang ngomongnya, jadi: Hej! Hej!

Jadilah gue nanya ke temen gue yang orang Indonesia, dia bilang, “Iya nih, orang Swedia itu suka mengulang-ulang kata, maksudnya mungkin buat menegaskan.”

Nah kapan tuh, gue pernah ngajarin dedek bule bilang “Selamat Pagi” atau “Pagi” aja. Jadi kalo pagi-pagi ketemu, dia bilang “Pagi” ke gue, dan gue bilang “God Morgon” ke dia. Ato ya kadang males, akhirnya tetep pake “Good Morning” sih ๐Ÿ˜† Pada suatu saat, dia bilangnya “Pagi-pagi!” Dan gue spontan bilang, “Ih orang swedia nih, suka ngulang-ngulang kata. `Pagi` aja ngomongnya, ga usah diulang, soalnya artinya bisa beda.” Dan dia bereaksi dengan: “Kenapa harus ditekankan kalo orang Swedia suka ngulang-ngulang kata?” Dan dia merasa di-insult (lagi) sama gue.. ๐Ÿ˜† Tapi kan emang bener masbro ๐Ÿ˜›

Nah kalo mau cerita tentang insulting-things ini jadi panjang sih entar, jadi itu dipostingan lain aja. *kalo ga males*

Kembali ke cerita makan siang. Abis selese makan, dedek bule nanya lagi, apa bahasa Indonesia-nya “Good” buat makanannya. Gue ajarin lagi: “Enak”. Kalau mau bilang “Very Good”, ya “Enak Banget”. Dan dia bilang, “Kalo mo ditegaskan lagi, bilangnya `enak banget banget`?” ๐Ÿ˜†

Nooo… Jadi gue bilang aja, kalo di Indonesia, ga perlu diulang-ulang gitu. Karena artinya bisa beda. Bisa sih, tapi buat dia ga usah diajarin lebay lah ya.. Ahahahaha.. Jadi kami ajarin, kalo mo ditegaskan, dipanjangin aja ngomong vowelnya, like: “Enaaaaaaaak! or Enak Bangeeeeeet!!” ๐Ÿ˜†

Abis itu dijelasin sama temen gue, kalo penggunaan kata yang berulang itu, biasa dipakai untuk bedain singular sama plural. Misalnya, Buku = a Book. Tapi kalo buku-buku = Books.

Eh, dia ngomong, “Oh jadi, kalo misalnya ditanya orang, `kamu udah baca buku berapa banyak?`, misalnya lebih dari dua, trus kamu bilang; buku-buku-buku-buku-buku-buku…..”

Ya olooooh, dedeeeek.. ๐Ÿ˜†

 

Tiga.

Satu.

Senin malem kemarin ini gue ngobrol sama dedek bule di dapur. Gue sambil nungguin londrian selese, dia sambil ngemil dan nyiapin bekal buat makan siang 3 hari ke depan. Trus ujung-ujungnya ngebahas lagi soal plural vs singular ini. Dia bilang, “what a friendly language you have.” Oh iyaa dooong! Trus gue bilang, “For numbers, it’s also easy.”

Bener kan, gampang banget dibanding bahasa lain loh!

Trus dia ngomong.. “Oh, tinggal diulang-ulang ya, like, one-one-one-one-one-one, etc.”

*keplak*

๐Ÿ˜†

Sweden Month 2 Roundup

Sweden Month 2 Roundup

Halooo!

Kembali lagi dengan laporan bulanan mengenai kehidupan gue di Swedia. Sungguh kok kayaknya cepet banget ya, dan gue lupa aja gitu sebulan kemarin ngapain aja. Ga deng, bo’ong. Kalo lupa ya ga bakal ditulis di sini. ๐Ÿ˜†

Jadi sejak postingan apdet bulanan terakhir disini, di bulan kedua ini, gue ngapain aja sih?

  1. Mourning for my Dad, of course. He passed away on 28 September 2013, because of heart attack. May he rest in peace, Amin. ๐Ÿ™‚
  2. Pertama kalinya masak makanan indonesia yang in many million years i wouldn’t think i made them myself : BAKSO, SATE, Daging bumbu bali, Gulai Ayam. Yang dua terakhir sih nipu, soalnya pake bumbu instan ๐Ÿ˜†
  3. Jalan-jalan ke Lund (masih di Swedia) buat nonton Wintergatan, dan lanjut muter-muter di Copenhagen (Denmark) walaupun cuma sehari. What a beautiful places! I love Europe!! Dan yang paling penting, akhirnya punya stok Indomie, Kecap manis, dan sambal ABC, serta berbagai bumbu instan masakan Indonesia! Dedek buleee, you will eat a lot of Indonesian dish! Indonesian invasiiooooon!! Muahahahaha!
  4. Ngumpul-ngumpul dan tentunya makan-makan dengan teman-teman Indonesia, dua kali! Siang sebelum gue berangkat ke Lund, dan hari sabtu kemarin buat ngerayain Idul Adha.
  5. Mencoba bikin Kladdkaka – Swedish Sticky Chocolate Cake, dan enaaaak! Pake resep dari mba bebenyabubu nih disini. Love it! Dedek bule seneng tuh ๐Ÿ˜› Dan finally, berhasil bikin Cake Susu yang ga bantat ๐Ÿ˜†
  6. Kejadian dua kali kekunci di luar kamar, dimana pintu kamar disetting auto lock, dan menghabiskan 600 Kronor buat bayar tukang bukain pintu. Walaupun setengahnya dibayarin temen, tetep aja, minggu yang menyedihkan sekali buat gue ๐Ÿ˜ฅ sekaligus minggu yang dodol sih.. ๐Ÿ˜†
  7. Pertama kalinya bangun tidur, ngeliat keluar, dan rumput-rumput, daun-daun, everything lah, BEKU! Waw! Winter is coming!
  8. Ikut International Dinner Party dengan teman-teman mahasiswa internasional lainnya. Dan semua bawa makanan khas negara masing-masing. Kejadianlah smoke detector gue bunyi gara-gara asap abis manggang sate ๐Ÿ˜† But it was a fun night, and we have new Indonesian coming from Turkey ๐Ÿ™‚
  9. Ikut birthday party seorang temen dari Jerman. So fun! Karena sampe ada polisi dateng karena pestanya berisik banget ganggu tetangga! ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†
  10. Having a great sunday lunch and tea time dengan temen satu apartemen, dari Hungaria dan Jepang. Sampe sempet adu panco segala. Hihi..
  11. AKHIRNYA, ku menemukanmu, Ayaka! Cewe jepang satu ini, selain jago karate, jago bangeeet maen pianooo!! Oh how I love her! Dan kita janjian seminggu sekali buat ngejam bareng, dia maen piano dan gue nyanyi! Yay! Bakat karaoke gue bisa tersalurkaaan! *joged kelinci*
  12. Sempet jalan-jalan sendirian hunting foto suasana musim gugur di Karlskrona. So beautiful!
  13. So many lunch and dinner dengan roommate gue yang lucu itu, yang baik hati banget selama masa gue berkabung dan makin lama makin bocor, tapi yang paling penting, jago bikin pancake dan raspberry pie yang ueenaaakk! Aku sukak! Daaaaannn masih susah buat di foto, jadi JANGAN NAGIH mulu!ย *pasrah*ย And I just found out yesterday, selain jago bikin (dan maen) game, jago masak, suka nonton pelem, si dedek bule ini ternyata into photography! Dia punya dua kamera keren, dan gue boleh pinjem aja gitu dong! Tapi karena gue butuh photographer terpercaya, si dedek gue hire buat moto-motoin gue aja ๐Ÿ˜† Janjian kencan ah!
  14. Dapet kartu pos dan kiriman perlengkapan perang selama musim dingin nanti dari Jepang. Yay! Makasih kakak Rini ๐Ÿ™‚
  15. Dapat kiriman Undangan pernikahannya one of my very bestfriend, Carrie. Undangannya gue yang desain soalnya, jadi tetep minta kirimin ke Swedia ๐Ÿ˜†

Kayaknya cuma itu aja sih yang gue inget. Sisanya kebanyakan masih bersedih-sedihan soalnya. But this month, despite of the mourning part, was a fun month ever! And I’m hoping for more fun to come!

Ngg.. yang mana yang mo dibikin postingan yang detail? Duh, ga janji yaaa ๐Ÿ˜† Walaupun bisa dijadiin one post per day, tapi nulisnya itu kok ya males ๐Ÿ˜ฅ mending bikin pe-er kuliah.. *sok rajin*ย ๐Ÿ˜†

Trus, foto-fotonya mana?

*ngilang*

How To Flip Your Pancake – Swedish Style

How To Flip Your Pancake – Swedish Style

Jadi, gue tinggal di apartemen yang isinya dua kamar, satu kamar mandi dan satu dapur. Pas pertama kali nyampe apartemen, kenalan lah sama flatmate gue, cowok, asli Swedia, namanya John (nama sebenarnya). Pas malem pertama itu sih, dasarnya gue dodol udah capek abis perjalanan 22 jam dari Indonesia, jadi pas dia jelasin apa-apa tentang apartemen, cuma sepotong-duapotong aja yang bisa masuk ingatan gue. Tentang apartemen gue kayak apa bentuknya, ntar di postingan yang lain. Sekarang mo cerita tentang flatmate gue dulu. ๐Ÿ˜›

Sebenernya ketemu ni orang juga jarang walopun tinggalnya barengan. Gue dan dia kayaknya sama-sama tipe yang betah di kamar, di depan komputer. Dia kuliah jurusan game programming gitu deh, dan gue software engineering, jadi ya gitu lah ๐Ÿ˜† Udah sebulan ini aja, akhirnya tau kalo dia berlama-lama di depan komputer itu ternyata nge-game, sodara-sodari! Jadi pernah gue “ganggu” pas gue tawarin makan siang, karena gue masak agak banyak, ternyata dengan jujurnya dia bilang, “hmm.. tadi lo agak ganggu gue sih, soalnya lagi maen game, abisan maennya rame-rame, ga enak kalo ditinggal.” Eaaaaak! (percakapan asli dalam bahasa inggris).

Secara selama di Indonesia, gue juga jarang latihan ngobrol pake bahasa inggris, jadi kadang kalo ngobrol sama John ini, gue rada-rada ‘oon gitu dah. Suka minta ulang-ulang dia nanya apa ๐Ÿ˜† Akhir-akhir ini mulai sering ngobrol karena biasa bikin makan siang/malam bareng. Masing-masing sih, kecuali kalo pas gue masak agak banyak nawarin dia, dan kadang dia juga nawarin balik masak buat gue. Katanya ga enak dimasakin mulu, dia jadi ga enak kalo ga masakin balik. Pada dasarnya gue seneng masak, karena dapurnya oke, gue sih seneng2 aja ya masakin orang, tapi ya seneng banget kalo dimasakin juga ๐Ÿ˜†

Untungnya juga punya flatmate si John ini, peralatan dapurnya lengkaaaaaap! Jadi gue ga harus beli-beli lagi, dan gue boleh pake semaunya asaaaaal cucian piring ga numpuk. Oh tentunya kalo dengan dapur impian kayak di apartemen gue sekarang sih, gue jaga biar tetep bersih. E taunya si John, aslinya numpuk piring dan mangkok di kamarnya dong. Tau-tau pas gue ke dapur gitu ada tumpukan mangkok, piring, garpu dan pisau makan abis dicuci. Ternyata pemalas juga urusan nyuci piring tu orang *pites* ๐Ÿ˜† Dan biasanya sih, kalo abis makan roti/biskuit yang pake mentega/whipped-cream gitu, pisaunya ditaroh aja gitu di bak cucian. Ujung2nya karena gue lagi nyuci piring ya sekalian deh gue cuciin. *pites kuadrat* Untung ganteng orangnya, kalo gak, aku pasti ga betah di apartemen ini.. Huhuuhuuuu… *gedubrak*

Trus lagi kalo ngobrol-ngobrol ama dia, ternyata anaknya lucu. Jadi si mas brondong ini (iya, kayaknya sih brondong, gue yakin, walo belum nanya umurnya berapa), suka mengeluarkan celetukan ide-ide yang di luar pemikiran gue. Bikin terkaget-kaget gitu, soalnya gue baca dari beberapa resensi dan dari temen indonesia yang udah lama di sini juga, orang swedia itu ga suka ngobrol. Tapi flatmate gue ini lucu dan suka ngobrol ๐Ÿ˜›

Anyway, berhubung cuaca di Karlskrona most of the time masih mendukung buat lari pagi tanpa bikin (gue) beku, jadi gue jogging dong sabtu pagi kemaren. Pas pulang jogging, pas John keluar kamar mo bikin sarapan. Gue yang ngos-ngosan, mo lanjut stretching dulu di dalam kamar, trus di ketok-ketok (pintu kamar gue), mo ditawarin dibuatin pancake. OH DENGAN SENANG HATI, mauuuu doooooong! Sekalian gue liatin, dia bikin pancakenya gimana caranya. Sekalian sambil nungguin pancake jadi, gue ngelatih bahasa Swedia yang gue baru mulai pelajari gitu sama dia. Horeee, enaknya punya guru privat. Eh trus orangnya ga mau rugi, minta ajarin bahasa indonesia juga ๐Ÿ˜†

Nah, di tengah-tengah bikin pancake ini, keluar lagi deh lucunya ni orang. Begini sedikit pembicaraan:

 

John: do you wanna know, how to flip your pancake in swedish style?

Gue: Yes, how? (dengan nada sangat bersemangat)

John: hmm.. just a common flip.. but when you flip it, you say “Hup” while thinking about something Swedish.

Gue: …………………… Okay. Try it, please.

 

Beberapa detik kemudian, dia balik pancakenya, dan..

 

Gue: You’re not saying “Hup” when you flip it!

John: Oh ya.. but I was thinking about the King when I flip it.. *

Gue: ……………………. *sigh* *tendang ke bulan*

 

Menurut gue sih lucu ya, walopun rada jayus. Menurut kalian gimana? ๐Ÿ˜†

*Swedia itu negara kerajaan loh, ada Raja dan Ratunya di sini ๐Ÿ™‚

Ta-Ta For Now, Indonesia

Ta-Ta For Now, Indonesia

Meninggalkan tanah kelahiran dan merantau bukan hal yang baru buat saya. Sejak saya kecil, pekerjaan orang tua yang membuat saya dan adik-adik sering kali berpindah-pindah, telah sangat membantu saya untuk bisa cepat beradaptasi dengan tempat baru dan teman baru. Ketika memasuki usia kuliah, saya mulai merantau sendiri di Jogjakarta, tanpa orang tua yang mengawasi saya, hingga lulus dan akhirnya bekerja di Jakarta.

Sebenernya ketika kuliah, saya tidak benar-benar merantau sendiri sih. Setahun setelah saya kuliah, adik yang umurnya lebih muda setahun daripada saya, juga melanjutkan kuliah di Jogja. Hingga sekarang akhirnya dia menetap dan menikah dengan orang Jogja juga. Lima tahun kemudian, adik ketiga, yang umurnya 6 tahun di bawah saya, juga melanjutkan kuliahnya di Jogjakarta. Dan kami semua tinggal di satu indekost. Yap, kos-kosan, bukan rumah, karena walaupun cewe, tiga-tiganya rada males kalo harus ngurus rumah ๐Ÿ˜†

Home Sweet Home
Home Sweet Home

Ketika 2 tahun sejak lulus kuliah, saya pindah untuk bekerja di Jakarta. Lagi-lagi, sebenernya tidak sendirian. Pertama kali datang, saya satu indekost dengan teman deket saya sejak kuliah, dan saya berkumpul kembali dengan teman-teman masa kecil saya, yang amazingly masih cocok satu sama lain.

Jadi hidup merantau saya itu sebenernya ndak merana-merana amat lah ya. Harusnya udah bbiiassaa gitu llloooh! Gak pherlu lah deg-deg-an lagi untuk pindah lagi ke tempat baru!ย Oh, jangan Salah!ย Kali ini pindahnya ga deket-deket, soalnya. Udah pada tau dong saya ini mau langjut kuliah ke Swedia, yang bisa dibilang termasuk Negeri Kulkas, karena udah deket sama Lingkar Kutub. Belum lagi baca-baca informasi, bahwa kota tempat saya tinggal nantinya adalah di tepi laut! Berangin dan sering hujan! Nah loh!

Jadi kerepotan saya dimulai dari menyiapkan baju-baju yang mau di bawa, tentunya Jaket Tebal dan sampe punya Snow Boots segala (padahal winternya ntar masih 3 bulan lagi). Oh lah ya, kalo bisa lebih murah beli di Indonesia, ngapain beli di sana. Toh ane kan harus ngirit soalnya ga pake beasiswa gitu loh. Tapi se-ngirit-ngiritnya ane, itu barang-barang tetep mahal bok.. *nangis di pojokan*ย Udah sih ah, urusan barang bawaan ntar di bahas di postingan lain aja.

Kan mau cerita soal farewell-nya nih. Jadi sebelum berangkat, saya puas-puasin dulu di rumah selama sebulan. Di Pontianak tepatnya. Bener-bener di RUMAH! Jarang banget keluar rumah ๐Ÿ˜† begitu keluar, matahari menyengat dengan cerianya sih, jadi daripada saya item, ga usah deh. *ditendang* Menghabiskan puasa di rumah, Lebaran, main tiap hari sama sepupu-sepupu kecil dengan kelucuan mereka yang kadang-kadang ajaib.

Makan, makan dan makan
Makan, makan dan makan
Kue Lebaran
Kue Lebaran
Cousins and Aunties
Cousins and Aunties

Sebulan itu ga terasa ya bok cepetnya. Tau-tau udah harinya berangkat balik ke Jakarta aja.. AH gak mau, gak mau! Mau lebih lama lagi di rumah! Huhuuuhuuuu.. *nangis ke pojokan lagi* Walaupun pulang ke Jakarta naik pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis dengan harga ekonomi (ada deh rahasianya, mau tau aja), tetep aja sedih loh pamit-pamitan sama om, tante, nenek, sepupu-sepupu, adek-adek dan chenchunya dengan orang tua. Yaiyalah, menurut L? Pas mo masu ruang tunggu, berhasil lah ga mewek-mewek, pokoknya ga mau bikin ortu sedih dan khawatir, ini belum apa-apa kok anaknya udah mewek-mewek gitu loh. Pas masuk ruang tunggu, baru deh mata berkaca-kaca. Emaaak, babeeeh, doain ya anakmu ini biar bisa sukses belajar, dan pulang ke kampung bawa bule bermata biru yang baik hati dan kaya raya! *eh*

Fast forward, nyampe di Jakarta, langsung ketemuan sama sobat-sobat saya Nena dan Carrie, dan juga temen-temen dari plurk, Myo, Linda dan Ipied. Gempuran bebek suryo yang enak buanget *jadi laper*, es krim ColdStone, karaoke malem-malem dua jam dan pake treak-treak, sukses bikin saya : BATUK PILEK! Besoknya saya langsung ga punya suara, sodara-sodara! What a great way to start living abroad ya? ๐Ÿ˜† 2 hari di Jakarta, menyelesaikan urusan ke bank-bank, tetep mampir makan di Sushi Tei tentunya, dikasih pe-er buat bawa oleh-oleh pulak sama sobat2 gue, sampai akhirnya tiba waktu keberangkatan ke Swedia.

Dengan koper mid large seberat 25 kilo, ransel 60 liter penuh berisi baju dan boots seberat 15 kilo, tas backpack kecil berisi laptop, dokumen dan lain-lain yang penting, dan satu tas selempang lumayan besar untuk diisi seprei dkk yang bakal langsung di pake begitu sampai, Saya pun di antar ke Bandara Soekarno Hatta oleh dua sobat baik saya, Carrie dan Nena. Pesawat jam 00:10, berangkat jam 8 dari kosan, jam 8.30 nyampe bandara. Kirain bisa santai, ternyataaaaa, antrian check-in-nya ular naga panjangnya gitu deh. Hare geneee kok lupa online check-in itu gimana toh, mba-ee.. Akhirnya cuma bisa bentar aja ngobrol-ngobrol lagi sama my more than 20 years bestfriends itu. Sebelum masuk ke ruang tunggu, akhirnya ya perpisahan, berpelukan, mewek-mewek deh! ๐Ÿ˜ฅ Thanks for all the time we had together ya, girls! We’ll meet again soon!

Farewell with bestfriends
Farewell with bestfriends

And then, tiba saatnya boarding untuk perjalanan 8 jam pertama ke Doha, dan 4 jam transit, 6 jam ke Copenhagen, dan 3.5 jam ke Karlskrona. Bakal jadi kayak apa saya yang takut naik pesawat ini, ditambah suara yang ga muncul2, batuk2 yang bisa gangguin orang sepesawat, dan gimana entar kalo meler-meler? ย Tiddaaaaaak!!

Makanya itu, tunggu posting selanjutnya ya!!