Orang Swedia itu.. (1)

Orang Swedia itu.. (1)

Karena udah hampir dua tahun tinggal di Swedia, gue mau sok-sokan bikin daftar kebiasaan dan sifat orang Swedia ah. Biar kalau pada mau main ke sini, kalian-kalian semua ga terkaget-kaget gitu. Hihihi. Berikut ini gue kasih 3 poin dulu aja deh. Biar ada alasan buat posting lagi di lain hari. *niat doang sih biasanya*

  1. Pirang, pirang, pirang. Bisa dibilang sebagian besar warga asli Swedia berambut pirang. Pirang yang benar-benar pirang ya, yang hampir putih, dan bukan kuning. Malah ada yang ngewarnain rambutnya supaya jadi lebih putih loh (cewe-cewe sih kebanyakan).Β Kerasa banget waktu gue pindah sementara ke Jerman, gue kangen juga penampakan orang-orang berambut pirang, karena di Jerman kebanyakan pada berambut coklat seperasaan gue.
  2. Dingin dan berpelukan. Kalimat yang ambigu. Emang sih cuacanya dingin-dingin aja di sini karena udah termasuk negeri kulkas, jadi enaknya emang kruntelan dan berpelukan aja. Tapi maksud gue lebih kepada orang-orang Swedia yang suka dianggap dingin dan kaku. Orang-orang di sini memang bisa dibilang terkesan dingin, padahal sebenernya mereka itu pemalu aja sih. Mereka ga terlalu peduli dengan urusan orang lain, bisa dibilang individualis lah, jadinya jarang aja itu nyapa orang yang ga dikenal di jalan dan basa-basi ga jelas, cuma gara-gara pengen ngabisin waktu nunggu bis misalnya. Pas nunggu bis aja, terutama di kota kecil, jarak antar tiap orang bisa 1 meter lebih loh. Ga ada yang pengen deket-deketan gitu deh kalo ga kenal. Kalo kamu orangnya ramah banget dan suka nyapa orang ga dikenal, jangan dicoba deh di sini. Bisa dianggap orang gila soalnya. πŸ˜† Tapiiiiiii, kalau udah kenal dengan orangnya, mereka ramaaaaah sekali. Kalau udah ketemu sekali, dua kali, tiap ketemu dan berpisah di kali-kali berikutnya mereka pasti ngajak berpelukan.
  3. Bermabukan di akhir pekan dan hari libur nasional. Kesan dingin dan kaku orang-orang Swedia ini, ga berlaku di akhir pekan dan hari libur nasional. Gue sering banget denger “pepatah” di sini yang bilang: “kalau mau bikin orang swedia yang ga dikenal, bisa banyak ngomong dan ramah, kasih mereka alkohol.” Dan ini bener banget sih. Setiap akhir minggu, kebanyakan orang-orang Swedia berkumpul dengan temen-teman, dan tentunya ditemani minuman beralkohol. Mendekati tengah malam, biasanya mereka akan masuk klub malam untuk dansa dan kongkow-kongkow. Terutama anak-anak muda lah, seperti gue ini misalnya. :mrgreen: Berkenalan dengan orang baru jadi lebih terasa gampang, karena pengaruh alkohol bikin mereka sangat senang dan sangat ramah. Bukan berarti mereka alkoholik ya. Alkohol benar-benar diatur penjualannya di sini. Hanya satu toko yang diperbolehkan menjual minuman dengan kadar alkohol di atas 4%, (*edit*) namanya Systembolaget. Mereka juga ga diperbolehkan minum alkohol di tempat umum yang terbuka, kayak di pinggir jalan atau pantai, misalnya. Meskipun ada aja sih orang-orang yang memasukkan minuman beralkohol di botol minuman biasa supaya bisa minum di tempat terbuka. Tapi ini biasanya juga hanya berlaku di hari-hari libur tertentu. Gue ga pernah tuh liat orang mabok ga jelas di tengah hari. Tapi bisa jadi juga karena gue tinggal di kota kecil ya πŸ˜€ Untuk masuk ke klub malam sendiri, mereka harus nunjukin identitas di depan pintu masuk. Batas umur minimal untuk bisa membeli minuman beralkohol dan masuk klub malam, biasanya 22 tahun. Gue sendiri suka disangka di bawah umur selama di sini, jadi tiap mo apa-apa selalu dimintain identitas. πŸ˜† Biasanya hanya sekali setahun, beberapa klub malam memperbolehkan anak-anak muda minimal 18 tahun untuk masuk, pas hari mereka lulus sekolah (SMA)! Dan kalau ada ketahuan yang maksa masuk dan mabuk, bisa ditangkap polisi loh. Temen gue malah pernah “nginep” di kantor polisi karena terlalu mabuk dan ga boleh pulang ke rumah sama polisi-nya, walaupun dia sudah cukup umur dan sedang sama pacarnya! πŸ˜†Β (*edit:tambahan dari komennya mba Nella*) Kalau beli minuman di dalam klub, gelas/botolnya ga boleh dibawa ke luar klub. Gue pernah mau bawa ke luar gelas isi air putih aja ga boleh loh. Tambahan lagi, pesta dan minum ini tentunya kebanyakan di akhir pekan aja, karena minuman beralkohol di sini mahalnya bukan main. Gue suka denger tuh komplen dari teman-teman dari negara Eropa daratan tentang harga minuman dan klub malam di sini. Jadinya kebanyakan orang-orang pada beli minuman dari Systembolaget (harganya lebih murah sampai 1/3 harga di klub/restauran), minum-minum dulu di rumah, ntar kalau udah mabuk baru deh ke klub malam. Mungkin pertimbangan ini juga yang bikin untuk masuk bar/klub malam aja harus bayar, karena biasanya orang-orang udah ga pada beli minuman lagi. Waktu gue di Wurzburg (Jerman) masuk klub/bar ga perlu pake bayar soalnya (dan waktu itu gue dan temen-temen pub crawl ke 6 bar/klub…Hihihi).

Jadi kira-kira kalian udah siap untuk datang dan berkenalan dengan orang Swedia? πŸ˜›

Advertisements

8 thoughts on “Orang Swedia itu.. (1)

  1. No.1. Iya orang jerman kebanyakan coklat rambutnya, ya gelap deh πŸ˜€ .
    No.2 mirip orang Jerman tuh, gak suka basa basi, klo dijalan ga suka ngobrol chit chat gitu alias basa basi. Mereka biasanya diam aja.
    No. 3 di wilayah Jerman yg namanya baden wurttemberg alkohol dijual batasnya sampai jam 10 malam.

    1. Iya, Mba Nella. Mirip-mirip lah sifatnya orang Jerman dengan orang Swedia ini ya untuk urusan ga suka basa-basi.

      Di sini toko khusus yang buat jual minuman beralkohol itu (Systembolaget) jam bukanya ngikut jadwal toko biasa. Senin-Jumat jam 10-18. Sabtu malah jam 10-14 aja. Kalo klub malam masih jual minuman sampe klubnya tutup, tapi gelas/botol minumannya ga boleh dibawa ke luar klub. Dan harganya mahaaal sekaliiii dibanding kalau beli di Systembolaget. Jadi kebanyakan di sini pada minum-minum dulu di rumah sebelum pergi ke klub. xD

  2. Untuk point no 2 sama 3 kok rada mirip Korea yah..

    Mereka kalo belum kenal suka dingin dan enggan ada kontak apa pun..ditambah lagi hirarki nya tinggi banget kalo Korea mah…kalo usia atau posisinya lebih tinggi harus hormat banget…

    Tapi kalo udah pada kena alkohol baru deeeeh…

    Hubunganku sama kru nya Touch Korea Tour gitu soalnya…di awal sangat kaku dan profesional, sopan sih tapi ada jarak…
    Setelah kita udah dinner bareng dan ada soju nya..baru deh ngakrab dan lebih deket…bhahaha…

    Gimana pun juga..merasa beruntung jadi orang Indo deh hehe..

    1. Nah, kalo di sini ga pake hirarki sih. Tapi biasanya yang tua-tua (halah) gaulnya ya beda sama kita yang muda-muda (ehm). Klub yang didatangi juga beda πŸ˜†

      Tapi juga, walopun dapat kenalan baru pas mabuk-mabukan, bukan berarti besokannya jadi deket dan jadi gaul terus sih. Kebanyakan sih besokannya jadi pura-pura ga kenal aja. Hahahaha. One night stand aja gitu (ga harus pake s*x loh :p). πŸ˜†

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s