Motivation Building – Not Me

Motivation Building – Not Me

Teringat sms berbalas saya beberapa waktu lalu dengan temen dekat saya semasa kuliah yang sekarang menetap di Sulawesi. Dimulai dari keinginannya untuk dibelikan buku bacaan baru. Setelah menimang-nimang, akhirnya pilihan jatuh ke buku-buku sekuelnya The Secret, yaitu The Power dan The Magic.

Satu sms dari dia berisi: “I thought you should read that tooo.. :D”

Saya balas: “duh, aku ga suka ya buku semacam the secret gitu.. I just feel I don’t want things to cheer/motivate me up comes from someone/something else but me..”

Saya emang dari dulu ga suka sama yang namanya kegiatan motivation building :lol:. Mulai dari jaman sekolah – sampe sekarang, model motivation building yang dibentak-bentak sampe yang dibikin ngongoi nangis ga karuan gitu, ga pernah mempan buat saya. Gatau ini sombong atau gimana ya, saya juga ga ngerti.

Waktu SMA, saya pernah ikut ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (SISPALA), banyak dong acara-acara macam gini. Waktu kuliah, tentu saja ikut OSPEK Jurusan, yang juga ada acara bentak-bentak, doa tangis2an, dan tentu saja jerit malam. Waktu baru masuk kerja di tempat sekarang, malah 2 minggu digembleng sama KOPASUS. Terakhir ikutan ESQ, karena saya ditunjuk buat ikutan tim perubahan gitu lah. Sungguh saya ga ngerti, tiap sesi yang bikin orang lain pada nangis sesegukan, saya malah lempeng aja ga kerasa apa-apa. Apa jiwa saya yang udah parah ya? 😆

Saya ga suka kalau orang lain sibuk ngajarin atau ngasih-tau atau ngasih-wejangan bahwa saya harusnya gini gitu gono. Karena bagi saya yang berhak begitu hanya Orang Tua saya aja, karena mereka bertanggungjawab terhadap hidup saya, setidaknya hingga saya menikah nanti kan. Selanjutnya ya nurut sama suami toh.. (harusnya ya, atau malah suami yang ntar nurut sama saya?) 😆

Walaupun terkadang, saya suka cari semangat dari orang lain. Misalnya, nyari temen buat Fitness, “biar tambah semangat”. Tapi toh gak ada temen fitness, saya tetap semangat buat pergi fitness. The reason is, I like it, most of all, I like the result of it.. 😀 Lah apakah berarti gemblengan waktu SMA, kuliah, KOPASUS sampe ESQ itu gada hasilnya? Well, mungkin ada, tapi karena saya ga menikmati prosesnya ya bagi saya ga kerasa apa-apa 😀

Jadi menurut saya, self-motivation dan semangat itu datangnya dari sesuatu yang saya suka. Kalau saya ga suka, ya mau dipaksa kayak apa juga ga akan nyangkut di otak saya. Apakah ini artinya saya orang yang self-oriented? Ya mungkin benar apa adanya. Saya hanya ga suka jadi robot yang kerjanya cuma disuruh-suruh dan diprogram.

Jadi sekarang mau apa? 😀

Advertisements

3 thoughts on “Motivation Building – Not Me

  1. aku juga. malah sering kalo lagi sesi tangis-tangisan gitu seperti memberontak. tau kalo mereka mau bikin audience nangis, jadi saya nolak buat nangis. trus, flat aja. gak ngaruh. karena gak mau dipengaruhi. makanya paling males juga baca buku2 atau nonton acara yang self help atau bergenre motivasi. please.. do i look that desperate that i need some random strangers to motivate me?

  2. @oelphaa: mphaaa.. aku padamu :* ya benar seperti itu tepatnya, memberontak karena ga mau dibikin terpengaruh.. hihihi.. sampe sekarang daku merasa kalo dibiarkan diikutin, maka akan tercuci otak, dan trus bisa diprogram.. hahaha.. *kebanyakan baca buku dan nonton film fiksi*

  3. kalo baca buku motivasi sih, dibilang suka banget, ya gak juga, tapi kalo dibilang gak suka, ya masih doyan juga kalo baca (disuruh maupun tidak)

    kalo ikutan seminar sih, asal gratis, biasanya suka suka aja 🙄

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s